DUMAI, Telaahnews – Aktivitas loading Palm Kernel Meal (PKM) atau bungkil inti sawit secara curah di kawasan Pelabuhan Pelindo Cabang Dumai kelambung kapal kembali menjadi sorotan. Saat tim Telaahnews melakukan pemantauan langsung pada Jumat (7/8/2026) siang, terlihat aktivitas loading PKM masih berlangsung dengan intensitas tinggi menggunakan fasilitas conveyor dan hopper menuju kapal yang sedang sandar.
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diperoleh Telaahnews, sebuah truk dump truck tampak menumpahkan muatan PKM ke dalam hopper yang terhubung dengan conveyor. Pada saat material dituang, kepulan debu berwarna kecokelatan terlihat beterbangan di sekitar area bongkar muat, bahkan membentuk kabut debu di sekitar peralatan dan kendaraan operasional.
Fakta visual tersebut memperkuat keluhan masyarakat yang selama ini disampaikan warga RT 05 Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota, yang berada di kawasan ring satu pelabuhan. Warga mengaku debu dari aktivitas bongkar muat PKM masih sering masuk ke lingkungan permukiman, terutama ketika proses pemuatan berlangsung dan arah angin menuju kawasan pemukiman.
Fakta Lapangan
Hasil pemantauan Telaahnews di lokasi mencatat sejumlah temuan, antara lain:
- Aktivitas loading PKM dilakukan menggunakan dump truck, hopper, dan conveyor menuju kapal.
- Saat material dituang dari bak truk ke hopper, tampak debu beterbangan di sekitar titik bongkar.
- Debu terlihat menyebar di area operasional yang merupakan ruang terbuka.
- Aktivitas bongkar muat berlangsung pada siang hari dengan kondisi cuaca cerah.
Telaahnews tidak menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut melanggar ketentuan lingkungan hidup. Namun, dokumentasi lapangan menunjukkan bahwa emisi debu memang muncul pada saat proses pemindahan material berlangsung, sebagaimana terlihat dalam hasil pemantauan.
Masalah Lama yang Belum Tuntas
Persoalan debu PKM bukan isu baru di Pelabuhan Dumai. Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat sekitar pelabuhan berulang kali menyampaikan keluhan mengenai dampak debu terhadap kesehatan maupun kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, Pelabuhan Dumai merupakan salah satu terminal penting yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) untuk pelayanan komoditas curah kering dan curah cair, termasuk komoditas turunan kelapa sawit seperti bungkil sawit (PKM/PKE).
Sejumlah solusi seperti penggunaan conveyor tertutup, loading spout, maupun sistem dust suppression pernah menjadi bagian dari upaya mitigasi yang diharapkan mampu mengurangi penyebaran debu.
Namun, berdasarkan pantauan lapangan Telaahnews pada Jumat siang, warga menilai implementasi solusi tersebut belum memberikan hasil yang dirasakan secara nyata.
Konfirmasi Masih Ditunggu
Telaahnews sebelumnya telah menyampaikan permohonan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak Pelindo Dumai, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), serta pihak eksportir yang melakukan kegiatan pemuatan PKM terkait mekanisme pengendalian debu, penerapan standar operasional lingkungan, dan tindak lanjut atas keluhan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi yang dapat disampaikan kepada publik.
Telaahnews tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, maupun penjelasan atas fakta-fakta yang diberitakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.(ai)

